Pelantikan
Hari itu, Minggu (29/01/2012) dini hari aku bangun dari tidurku yang hanya berdurasi sekitar 1,5 jam. Dengan penuh kelelahan serta badan begitu pegal, aku memaksa untuk bangun. Waktu itu beberapa temanku sudah ada yang bangun, ada juga yang masih tidur. Tanpa bebersih terlebih dahulu, aku bergegas mengenakan seragam putih-biruku dengan atribut lengkap—dasi, sabuk, name tag, serta vantovel. Saat semua sudah siap, kami buru-buru ke lapangan tengah dan berbaris, begitu juga dengan pleton cowok. Setelah itu kakak-kakak kelas menyuruh kami untuk menutup mata, "Nggak boleh ada yang buka mata, percaya aja sama kita, kita nggak bakal ngapa-ngapain kalian,". Aku segera menutup mata sekalian tidur bentar. Nggak lama, tiba-tiba ada kakak kelas datang dan nuntun aku ke suatu tempat, hingga akhirnya aku disuruh berhenti.
....
Aku membuka mataku dan mendapati diriku dan teman-teman berada di surga #krik. Maaf ulangi: Aku membuka mataku dan mendapati diriku dan teman-teman berada di aula sekolah, mengelilingi lapangan bulutangkis. Dengan begitu banyak lilin dan bunga mawar merah dan putih bertebaran di depan kami yang juga mengelilingi lapangan. Pupil mataku sedikit membesar karena keadaan yang lumayan gelap.
....
Pagi itu kami semua benar-benar sudah resmi dilantik sebagai Tonti Pawitikra'014. Tak ada lagi kata "pra". Kami dikasih pin kecil yang bertuliskan Peleton Inti Pawitikra. Setelah itu aku sudah tidak merasa mengantuk lagi, dan mataku tiba-tiba menjadi sangat belo seperti Puss In Boots. Kami juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu syukur, dan Mars Pawitikra. Dan akhirnya kami semua saling bersalaman dengan kakak-kakak Tonti Pawitikra kelas 8 dan Pak Jion serta Pak Yono. Tidak banyak yang kami lakukan setelah itu. Para lelaki pergi, para perempuan meniup lilin, para lelaki kembali dan menemukan pasangannya #abaikan. Ada yang senang, bangga, bahkan terharu. Ya, dan sejak itulah komandan sudah tak lagi memanggil kami dengan "pra".
so cuteee :)
ReplyDelete