Namanya Pantai Drini. Dari pantai Sepanjang, kami nggak butuh waktu lama untuk mencapainya, karena kedua pantai ini memang berada dalam satu garis pantai, dan mereka punya ciri khas mereka masing-masing. Tapi kalau disuruh memilih, I definitely choose Drini for its super dazzling view, white sands, and starfishes!
Untuk pertama kali menjejak pasir putih di Drini, kami berhadapan langsung dengan mahakarya Sang Pencipta yang super elok.
Tujuan Squarterfive ke Drini nggak hanya sekedar buat main air aja. Kami bersama-sama sekelas ngerjain proyek cover video We Are Young-nya Fun, tapi versi covernya Tiffany Alvord. Ide ini bermula dari Erni, yang memang lagi suka banget sama Tiffany Alvord.
| Squarterfive lagi bersiap. |
| Mrs. Puja, guru Bahasa Inggris kami yang seharian itu menemani. |
| Diza and my guitar-shape clock. |
Itu tadi belum pantai utamanya, tapi viewnya udah keren kan? Waktu sampai di pantai utamanya, kami sepakat buat bikin video Harlem Shake, mumpung tempat sama pemandangannya keren dan nggak mainstream buat bikin video Harlem Shake. Yes meskipun harus berakhir dengan sangat sangat sangat sangat EPIC FAILED.
Dan jujur aja, selama di pantai, bisa dibilang kami paling mencolok perhatian pengunjung yang lain. Cuma berharap mereka bisa memaklumi kealayan anak-anak SMP zaman sekarang...
| Detik-detik peristiwa The Epic Failed Harlem Shake. |
| Ajegile Sipek :)) |
Kami kembali ke tempat awal dimana kami menggulung tikar setelah capek bermain air dan Harlem Shake super gagal atau apalah itu. Badan sudah lengket sekali waktu itu. Kami bergiliran mandi lalu sholat Dhuhur.
Degan, minuman wajib pengunjung pantai.
|
| It's lunch time now! |
No comments:
Post a Comment