a

7.5.13

Perjalanan Singkat Di TMII Jakarta

Rabu, 11 April 2013 pagi. Nasi kuning, sosis, baked beans, hash browns, jamur, omelet telur, serta satu cangkir creamy coffee berhasil mendarat di perut. Belum lagi makanan-makanan pencuci mulut yang tidak lama aku lahap setelahnya.

Perut kenyang, hati senang! Aku akui, orang pertama di dunia yang mengatakan itu memang benar.

Sarapan pagi itu menyenangkan, dan mengeyangkan. Aku, Ayah, dan adikku Panji mengambil barang-barang yang pagi itu sudah dirapikan di kamar. Kami turun untuk check out, lalu dengan taksi kami siap menuju destinasi selanjutnya. Taman Mini Indonesia Indah!

Lokasi TMII sangat luas, menurut Wikipedia kurang lebih 150 hektar. Awalnya kami bingung, mau ke wahana mana dulu, kalau ingat lokasinya luas sekali seperti itu. Tapi setelah tahu di bagian informasi ada peta TMII, kami jadi tahu apa saja yang ada di sana dan lebih mudah memilih. Dan rupanya, Ayah lebih dulu tahu satu tempat dimana kami bisa melihat seluruh area TMII.



Iya, gondola atau skylift. Dengan skylift yang memiliki rute bolak balik, dari atas sana kami bisa melihat seluruh area TMII dengan jelas. Ada banyak replika rumah adat berbagai daerah di sana. Dan juga, yang menjadi ciri khas TMII, di sana ditampilkan miniatur kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke, persis seperti yang biasa kita lihat di peta.
  
Miniatur kepulauan Indonesia.

Di beberapa lokasi di TMII, ada banyak jasa-jasa transportasi yang beroperasi untuk mengantarkan kita menuju wahana yang kita pilih atau hanya sekedar berkeliling. Salah satunya yang aku gunakan sehabis naik skylift yaitu mobil wisata TMII / mobil wisata nusantara, dengan biaya cukup 3 ribu rupiah per orang




Mobil wisata nusantara ini sangat direkomendasikan untuk dicoba. Selain murah, mobil ini terbuka, jadi selama perjalanan kami bisa melihat banyak replika rumah adat yang kami lewati. Sambil menyetir, sopir mobil wisata kadang juga menjelaskan singkat perihal tentang beberapa rumah adat.



Taman Burung, adalah salah satu nama di peta TMII yang akhirnya menarik kami untuk datang ke sana!

Sesuai yang dikatakan namanya, tempat ini menyimpan banyak jenis burung dari berbagai daerah di Indonesia. Di dalamnya ada kubah raksasa berisi sangkar-sangkar burung, yang fungsinya untuk melindungi beberapa burung berbahaya. Sedangkan burung yang lain sengaja dibiarkan di tempat terbuka, sehingga pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan mereka.



Apa yang menarik lagi adalah, ada gua yang menuntun kami menuju sebuah danau kecil. Di sana ada banyak sekali burung-burung besar yang bisa kita datangi dengan jarak dekat. Dan kita juga boleh memberi mereka makan!

"Nice to know you"
Benar-benar pengalaman yang menyenangkan sekali. Setelah itu kami naik taksi menuju bandara, makan, lalu kembali ke Jogja. Senang banget dua hari itu berada di Jakarta. Terima kasih banyak Ayah, Panji!

No comments:

Post a Comment