Terbaring berpaling menghadap dinding hitam
Gelap, pekat dan penat aku benci
Cara hujan menghiburku pun tak kesampaian
Bersama angin dia menyanyikan lagu kacau
Biar nafasku sesak, biar hatiku teriak
Perih, seperti rasanya disiksa perlahan
Hancur, seperti kaca tanpa rupa setelah dipecahkan
Tumpukan bantal yang sengaja kuerat dengan wajah
Tak henti aku airi sampai basah
Hingga mengering oleh udara yang kelam
Bosan aku dengan kunjunganmu
Mengendap-endap ke dalam ruang kenangku
Melengkungkan senyum manis palsu itu lagi
Pada setiap malam, usainya selalu begini
Sepi, sunyi dan sendiri aku capai
Hingga akhirnya aku memejam
atau terjaga karena kacaunya malam ini
Aku dan sedih adalah kawan
-
Yogyakarta, November 2012
-
Yogyakarta, November 2012
No comments:
Post a Comment