a

3.11.12

Merayakan November

Pada akhirnya hanya puisi ini yang dapat aku beri, tidak bisa lebih
Sebagai ucapan selamat datang; pada kunjunganmu, masih tidak aku duga

Ada tabir di atas kalenderku
Sehingga tak kenal hari, apalagi penghujung tahun
Canda tangis tahun lalu disapu bersih, digantikan baru
Duduk menghadap jendela yang terbuka, menyeduh teh panas masih setia, sembari mendengarkan lagu hujan yang kembali mengalun
Sejumlah syair senja yang kamu titipkan lewat angin dan dedaunan yang bergesek sudah aku terima
Legaku atas kunjungan istimewamu

Langit November masih mencari perangainya
Namun aku berseru, hujan berkunjunglah
Dan semoga yang kau bawa tiga puluh hari ke depan adalah limpahan senyum
-
Yogyakarta, November 2012

No comments:

Post a Comment