Subuh itu bis kami berhenti tepat di depan Masjid Agung Tuban. Langit masih lumayan gelap, matahari belum nampak. Alun-alun Tuban terletak tepat di depan masjid ini. Sudah terlihat beberapa orang sedang jogging di sana. Seisi bis turun sambil membawa peralatan bebersih dan alat sholat. Aku juga membawa kamera pocketku, setelah melihat masjid yang gagah dan sangat indah tempat aku berpijak ketika itu.
Kamar mandinya luas, kupikir sudah jadi syarat sebuah masjid agung, hahaha. Sudah ada gerombolan manusia yang ingin membersihkan diri. Aku sih cuma cuci muka dan gosok gigi, wudhu, lalu sholat Subuh. Bagian dalam masjid ini juga luas sekali, yah bisa diingat namanya juga masjid agung. Ada deretan Al-Qur'an yang serupa tertata rapi di rak. Warna masjid yang didominasi biru ini kelihatan keren luar-dalam. Dan sebelum meninggalkan tempat itu, kami semua berkesempatan untuk mengambil banyak foto di sana.
Our next destination, Wisata Pantai Boom Tuban! Satu niat kami untuk pergi ke sana: melihat sunrise. Honestly aja, seingatku aku belum pernah lihat sunrise secara langsung. Kalau pun pernah, aku pasti lupa. Wisata pantai ini berlokasi dekat sekali dengan masjid agung tadi. Malah bisa diraih dengan langkah kaki. Kami bersama-sama berjalan kaki menuju ke Wisata Pantai Boom Tuban itu.
Memasuki wilayahnya, yang pertama kali aku lihat adalah pantai dengan perahu-perahu mengapung di atasnya. Begitu juga laut yang berwarna keperakan. Serta matahari yang siap terbit.
Separuh badan matahari baru muncul. Perlahan-lahan akhirnya menjadi utuh. Namun yang paling aku suka adalah, ketika cahaya matahari yang baru saja terbit mengenai warna peraknya air laut. Kerennya luar biasa!
Gambar di atas ini adalah salah satu gambar yang paling aku suka.
Usai menyaksikan sunrise di Wisata Pantai Boom Tuban, kami pergi mencari sarapan. Kalau lagi di Jawa Timur, enaknya makan apa? Iya, pagi itu kami sarapan rawon di sebuah warung kecil di pinggir jalan. Karena di dalam sudah penuh, alhasil kami menggelar tikar dan leseh-leseh di luar. Seru makan lesehan bareng-bareng keluarga sambil ngobrol-ngobrol.
Kami tidak lama di sana. Ketika semua sudah kenyang, kami langsung cus melanjutkan perjalanan selanjutnya. Kami menuju ke Lamongan. Tepatnya mengunjungi Wisata Bahari Lamongan atau WBL! Sayangnya tidak semua mau main di sana, mengingat ada keluarga yang sudah sepuh. Keluargaku dan 2 keluarga lain memilih ke WBL, dan sisanya akan mengunjungi Goa Maharani Lamongan.
Aku sudah menyiapkan pakaian renang di tasku sewaktu berbenah. Karena aku tahu kami akan pergi ke WBL dan renang di sana. Sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai main air daripada renang. Karena jujur, aku nggak bisa renang, hehehe. Gelang kertas sekali pakai bertuliskan Wisata Bahari Lamongan melingkar di pergelangan tanganku, sebagai tanda aku sudah membeli tiket. Kami sekeluarga langsung masuk.
Sebelum memasuki area kolam renang, kami memutuskan untuk bermain di beberapa wahana di daratan. Awalnya kami ke Istana Bawah Air yang hanya berisi permainan anak kecil. Adikku Pilar dan Panji, serta Sam adik sepupuku asyik main di sana. Kami juga ke Planet Kaca. Di dalam Planet Kaca ada banyak kaca dimana-mana serta lampu warna-warni, dan kami harus mencari jalan menuju pintu exit. Asyik banget, walaupun sedikit panik karena takut tersesat.
Baru lah setelah asyik di wahana daratan, kami ke permainan air. Di WBL ada dua macam wahana air: wahana air asin yang menggunakan air laut sebagai airnya, dan wahana kolam renang. Kami memilih di kolam renang.
Lumayan sepi berada di sana, hanya ada keluarga kami dan beberapa orang. Tapi aku malah lebih suka suasana seperti itu. Nggak ramai, tapi juga nggak kesepian. Aku dan kedua adikku memuaskan diri main air di sana. Kami juga sempat foto di bawah air memakai kamera Omku.
Sudah puas, sudah ganti baju. Dan karena lapar, kami membeli kebab yang dijual di dekat situ. Dua kebab panas aku beli untukku sendiri. Nikmat sekali rasanya habis main air langsung disambut kebab panas.
...
Bis pariwisata yang pulang dari Goa Maharani akhirnya datang. Kami yang dari WBL langsung naik bis untuk perjalanan selanjutnya. Um, tapi perjalanan berikutnya ini untuk istirahat. Setelah sekitar setengah jam perjalanan kembali ke Tuban, kami berhenti di sebuah hotel yang bernama Mustika Hotel.
Waktu kami habiskan di hotel untuk beristirahat. Acara utamanya, yakni menghadiri akad nikah Omku, berlangsung pada malam hari itu di Lamongan. Kira-kira beberapa menit sebelum Maghrib kami berangkat ke Lamongan, dengan seisi bis yang sudah macak ayu dan ngganteng. Dalam perjalanan kami berhenti di sebuah masjid untuk menunaikan sholat Maghrib. Setelah itu baru lah kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi akad nikah.
| Panji, my lil brotha |
Aaand, the event went very well, alhamdulillah. I'm truly truly truly happy for them. Resepsi pernikahannya akan dilaksanakan tanggal 15 November, sehari setelah ulang tahunku. Lama ya? Iya, karena juga menyesuaikan jadwal Yang Kung yang bulan Oktober akan beribadah haji, dan lain-lain. Pada resepsinya aku akan menjadi penerima tamu. Excited, karena ini pertama kalinya aku jadi penerima tamu di resepsi pernikahan. Semoga aku tidak semakin gendut agar kebayanya masih cukup sewaktu Hari H. Hehehe.
Usai akad nikah, keluargaku foto bersama dengan pengantin. Pastinya kami juga mendoakan untuk kelanggengan mereka berdua. Amin. Kami pulang ke hotel di Tuban setelah usainya acara. Dalam perjalanan aku terlelap karena mengantuk. Alhasil aku tidak sadar ketika sudah tiba di hotel. Fuih, hari yang melelahkan. Sekarang saatnya beristirahat, esok harinya akan menjadi perjalanan pulang yang sangat panjang. :)
Related post : Lamongan: Berangkat
No comments:
Post a Comment