a

12.7.12

Being An 8th Grader

Senang hasil rapor kemarin lumayan bagus, dan tuntas di setiap mata pelajaran. Meskipun aku belum tahu ranking raporku di kelas, namun aku bersyukur ranking UKK meningkat dari sebelumnya. Dan kalau nilai di rapor tuntas semua, jadi bisa dibilang.... I'm officially an 8th grader. Hore, punya adik kelas! 

Semua makhluk 7 SBI 5 pun naik kelas. Tak ada lagi 7 SBI 5, yang ada 8 SBI 5. Namun kami tetap Squarterfive. Squad Remaja Inter Five. Kini kami memasuki tahun kedua bersama, dan entah seberapa keras tahun ketiga berusaha memisahkan kami, aku percaya di bagian terkecil hati kami berkata bahwa sesungguhnya kami selalu bersama, dalam menggapai mimpi masing-masing yang akan tercapai satu hari mendatang.

Well.
Entah kenapa naik kelas di SMP sounds more amazing daripada naik kelas di SD. Melihat wajah dan sifat angkatan baru yang beraneka ragam, materi pelajaran yang juga baru (dan sulit), dan lain-lain. Aku bersemangat sekali untuk kembali ke sekolah tanggal 16 Juli mendatang. Di samping keinginan untuk bertemu adik kelas, aku juga rindu Squarterfive, nih. Aku rindu kelasnya, suasana KBM, dan pastinya makhluk-makhluk penghuninya. Sayang rasa rinduku itu baru bisa terobati empat hari di depan.

7.7.12

Simfoni Anak Jalanan: Bagian Dua

Aku ucapkan selamat datang di bagian kedua. Sebelum membaca ini aku sarankan kalian membaca Simfoni Anak Jalanan bagian satu terlebih dulu. Di sebelumnya aku sajikan jalan cerita pertunjukan teater kelompok Ganjil sampai ketika datangnya tiga utusan perusahaan yang hendak menggusur kampung tempat Empat Sekawan tinggal. Lanjutan ceritanya tersaji rapi dalam postingan ini. Selamat menikmati!

Well, bisa dibilang ini adegan favoritku. Ini adalah adegan penyerangan oleh warga kepada tiga utusan perusahaan itu.

Simfoni Anak Jalanan: Bagian Satu

7 Juni 2012. Puncak perjuangan, menggantikan keringat serta dahaga selama enam bulan. Sia-sia bukanlah yang kami dapatkan, sesungguhnya syukur ialah yang harus diucapkan.

Terima kasih Tuhan,
atas semua kemudahan serta kelancaran dalam berlangsungnya dua puluh menit bersandiwara.
Atas kesempatan keluar dari yang nyata dan merasakan menjadi orang lain. 

7 Juni 2012 yang lalu kami tampil. Siapa? Ganjil. Lima belas anak yang dipilih secara acak, tidak terasa selama enam bulan kami merasa seperti satu. Enam bulan perjuangan, menuju titik darah penghabisan. Sedikit berlebihan memang jika kalian melihat dari sudut pandang kalian, tapi coba lihat dari sudut pandang kami. Inilah perjuangan kami; lelah, dahaga, dan kecapaian. Syukurlah pertunjukan berlangsung dengan lancar, meskipun ada sedikit kesalahan teknis di akhir. Dan nilai yang Pak Jion berikan, tidak buruk. Alhamdulillah.

Kurang asik tanpa foto, berikut ini foto-foto berlangsungnya kami 20 menit bersandiwara.