7.7.13
Happy Belated Birthday, Diza
An illustration I made for my classmate Diza, as her birthday gift on June 31. Glad to know she likes it, wishing you a great year ahead Diz :)
15.6.13
Happy Belated Birthday, Agviantri
Ilustrasi di bawah ini buat temanku Lala, dia ulang tahun yang ke-14 kemarin tanggal 13 Mei 2013. Dan aku cuma bisa kasih ini ke dia sebagai birthday present-nya. It's kind of late, but I hope you'll like it, Lak!
Jujur udah lama sekali sejak terakhir kali aku menggambar. Terus waktu nyoba lagi, rasanya bahagia dan candu banget. Apalagi ini pertama kalinya aku bikin ilustrasi yang terus diolah di photoshop, ternyata asyik. Ya sekalian belajar, kan masih photoshop amateur. Well, tapi semoga dari awal yang baik ini aku bisa jadi semakin produktif :)
"Doing things that we're passionate about has its own perks."
![]() |
| Happy super duper belated birthday, Agviantri Nirmaladewi. |
"Doing things that we're passionate about has its own perks."
7.5.13
Perjalanan Singkat Di TMII Jakarta
Rabu, 11 April 2013 pagi. Nasi kuning, sosis, baked beans, hash browns, jamur, omelet telur, serta satu cangkir creamy coffee berhasil mendarat di perut. Belum lagi makanan-makanan pencuci mulut yang tidak lama aku lahap setelahnya.
Perut kenyang, hati senang! Aku akui, orang pertama di dunia yang mengatakan itu memang benar.
Sarapan pagi itu menyenangkan, dan mengeyangkan. Aku, Ayah, dan adikku Panji mengambil barang-barang yang pagi itu sudah dirapikan di kamar. Kami turun untuk check out, lalu dengan taksi kami siap menuju destinasi selanjutnya. Taman Mini Indonesia Indah!
Perut kenyang, hati senang! Aku akui, orang pertama di dunia yang mengatakan itu memang benar.
Sarapan pagi itu menyenangkan, dan mengeyangkan. Aku, Ayah, dan adikku Panji mengambil barang-barang yang pagi itu sudah dirapikan di kamar. Kami turun untuk check out, lalu dengan taksi kami siap menuju destinasi selanjutnya. Taman Mini Indonesia Indah!
20.4.13
Sony Indonesia Partners Conference 2013: Rhythm In Harmony
![]() |
| Undangan Sony Partners Indonesia Conference 2013. |
8.4.13
“I want to run the beach's length, because it never ends.” ― Deborah Ager
Ingat postinganku sebelumnya Sepanjang Jalan Di Sepanjang? Di sana aku menulis tentang kelasku, Squarterfive, yang jalan-jalan ke Pantai Sepanjang di Gunungkidul. Kali ini aku akan cerita tentang satu pantai lagi yang kami kunjungi setelah Sepanjang. Pantai ini paling berhasil memberikan aku first impression yang mengagumkan, dan sukses besar membuat aku jadi enggan cepat pulang.
Namanya Pantai Drini. Dari pantai Sepanjang, kami nggak butuh waktu lama untuk mencapainya, karena kedua pantai ini memang berada dalam satu garis pantai, dan mereka punya ciri khas mereka masing-masing. Tapi kalau disuruh memilih, I definitely choose Drini for its super dazzling view, white sands, and starfishes!
Untuk pertama kali menjejak pasir putih di Drini, kami berhadapan langsung dengan mahakarya Sang Pencipta yang super elok.
Namanya Pantai Drini. Dari pantai Sepanjang, kami nggak butuh waktu lama untuk mencapainya, karena kedua pantai ini memang berada dalam satu garis pantai, dan mereka punya ciri khas mereka masing-masing. Tapi kalau disuruh memilih, I definitely choose Drini for its super dazzling view, white sands, and starfishes!
Untuk pertama kali menjejak pasir putih di Drini, kami berhadapan langsung dengan mahakarya Sang Pencipta yang super elok.
29.3.13
Sepanjang Jalan Di Sepanjang
Satu aktivitas lagi yang baru saja aku habiskan bersama teman-teman kelas tercinta, Squad Remaja Inter Five. Waktu itu Squarterfive masih dalam masa pengambilan gambar untuk tugas film Bahasa Inggris yang diberikan oleh guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas kami sendiri, Mrs. Pujantiningrum.
Awalnya kami dibagi menjadi tiga kelompok untuk menggarap film dengan cerita yang berbeda-beda. Rupanya salah satu kelompok yang disutradarai Erni, yang mengangkat mitos Nyi Roro Kidul, butuh latar pantai di beberapa adegan nya. Akhirnya sekelas pun diajak ke pantai. And this is where it all started!
Hari Minggu, 24 Februari 2013, pukul setengah 6 pagi kami berkumpul di halaman depan sekolah. Ada empat mobil teman yang siap mengantar semua menuju destinasi. Hari itu kami mengunjungi dua pantai yang segaris di kabupaten Gunungkidul, tapi memiliki ciri khas mereka masing-masing: Pantai Sepanjang dan Pantai Drini.
Pantai Sepanjang adalah salah satu dari banyak pantai yang berada di kabupaten Gunungkidul, segaris dengan Baron, Kukup, dan Krakal yang lebih dikenal orang. Pertama kali menjejakkan kaki di sana, aku jadi diingatkan kembali dengan momen bersama keluarga ketika terakhir kali kami ke pantai. Udah lama sekali sih, rasanya mirip habis keluar dari goa terpencil.
Awalnya kami dibagi menjadi tiga kelompok untuk menggarap film dengan cerita yang berbeda-beda. Rupanya salah satu kelompok yang disutradarai Erni, yang mengangkat mitos Nyi Roro Kidul, butuh latar pantai di beberapa adegan nya. Akhirnya sekelas pun diajak ke pantai. And this is where it all started!
Hari Minggu, 24 Februari 2013, pukul setengah 6 pagi kami berkumpul di halaman depan sekolah. Ada empat mobil teman yang siap mengantar semua menuju destinasi. Hari itu kami mengunjungi dua pantai yang segaris di kabupaten Gunungkidul, tapi memiliki ciri khas mereka masing-masing: Pantai Sepanjang dan Pantai Drini.
Pantai Sepanjang adalah salah satu dari banyak pantai yang berada di kabupaten Gunungkidul, segaris dengan Baron, Kukup, dan Krakal yang lebih dikenal orang. Pertama kali menjejakkan kaki di sana, aku jadi diingatkan kembali dengan momen bersama keluarga ketika terakhir kali kami ke pantai. Udah lama sekali sih, rasanya mirip habis keluar dari goa terpencil.
20.3.13
Februari dan 45.
Bulan berat lagi bagi Squarterfive, walaupun sudah lama berlalu. Iya, Februari.
Banyak hal sederhana yang menyusun Februari.
Ini dimulai sejak tugas dari Bu Sarjimah (guru mata pelajaran IPS) diberikan. Kami diberi sebuah tugas membuat film bertema perjuangan bangsa Indonesia sebelum hingga sesudah proklamasi kemerdekaan. Herannya, dari seluruh kelas 8, cuma kami yang diberikan tugas ini.
Banyak hal sederhana yang menyusun Februari.
Ini dimulai sejak tugas dari Bu Sarjimah (guru mata pelajaran IPS) diberikan. Kami diberi sebuah tugas membuat film bertema perjuangan bangsa Indonesia sebelum hingga sesudah proklamasi kemerdekaan. Herannya, dari seluruh kelas 8, cuma kami yang diberikan tugas ini.
22.1.13
Selamat Datang, Keluarga Baru Tonti Pawitikra
Kepada kalian.
Sengaja aku membuat tulisan ini, sebagai ucapan selamat untuk kalian semua. Entah apa kalian membaca ini, tapi semoga yang aku tulis di sini tidak sia-sia.
*
Pertama, aku ucapkan selamat untuk Tonti Pawitikra angkatan 2015, kalian kini dipanggil tanpa pra!
Lihat pin yang kami sematkan pada malam pelantikan?
Di pin itu ada gambar lambang sekolah kita, Gajah Ganesha. Juga ada tulisan "Peleton Inti Pawitikra" kecil di bawahnya. Itu tanda, bahwa kalian sudah resmi menjadi keluarga besar Tonti Pawitikra. Rasanya pasti luar biasa, memakainya di seragam kalian? Aku tahu, karena aku juga mengalaminya tahun lalu. Namun akan lebih luar biasa lagi, kalau kalian tahu rasanya mengangkat piala kejuaraan pertama kalian.
Sengaja aku membuat tulisan ini, sebagai ucapan selamat untuk kalian semua. Entah apa kalian membaca ini, tapi semoga yang aku tulis di sini tidak sia-sia.
*
Pertama, aku ucapkan selamat untuk Tonti Pawitikra angkatan 2015, kalian kini dipanggil tanpa pra!
Lihat pin yang kami sematkan pada malam pelantikan?
Di pin itu ada gambar lambang sekolah kita, Gajah Ganesha. Juga ada tulisan "Peleton Inti Pawitikra" kecil di bawahnya. Itu tanda, bahwa kalian sudah resmi menjadi keluarga besar Tonti Pawitikra. Rasanya pasti luar biasa, memakainya di seragam kalian? Aku tahu, karena aku juga mengalaminya tahun lalu. Namun akan lebih luar biasa lagi, kalau kalian tahu rasanya mengangkat piala kejuaraan pertama kalian.
13.1.13
Hujan, Jangan Marah
Sore ini hujan membisikkan teriakan-teriakan kacau. Nyaris seperti samudera yang dijungkir balik dari udara. Dari daun telinga, dingin menjalar melalui rusuk dan bermuara di kelingking kaki. Membekukan jantung dan pembuluh-pembuluh yang dihubungnya. Gemuruh layaknya kelompok singa kelaparan yang berusaha memakan satu sama lain.
Langit kelam terlihat jelas dari bibir jendela. Hamparan awan pekat yang sedari tadi menggantung, kini tumpah bersama hujan yang membawa amarah. Harum tanah usai dimandikan hujan biasanya menjadi favoritku. Kini ia berbau kematian, tidak biasanya.
Hujan, aku harap ini amarah terakhirmu.
Aku ingin menghirup tanahmu lagi.
Yogyakarta, 13 Januari 2013
Langit kelam terlihat jelas dari bibir jendela. Hamparan awan pekat yang sedari tadi menggantung, kini tumpah bersama hujan yang membawa amarah. Harum tanah usai dimandikan hujan biasanya menjadi favoritku. Kini ia berbau kematian, tidak biasanya.
Hujan, aku harap ini amarah terakhirmu.
Aku ingin menghirup tanahmu lagi.
Yogyakarta, 13 Januari 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)


